Rabu, 04 Oktober 2023
PTP
Senin, 06 Februari 2023
Februari Ceria H5
Tantangan 5
Pelajaran Darimu
E. Hasanah
Daun-daun hijau itu berangsur menguning
lalu coklat mengering.
Kelopak indah bunga juga berubah warna
Ada tangis di tengah-tengah putiknya.
Akar yang dulu menerobos kerasnya tanah.
Mulai tak kuat berpetualang mencari jalan.
Ujung pengembaraan tak dapat ditemukan.
Hanya menyerah membusuk pada ketidakberdayaan.
Namun di sisi lain langitpun menangis.
Butiran airnya membasuh luka tanah.
Tumbuhan pun terhibur dan tersenyum.
Bermekaran berbagai tetumbuhan.
Menghijau menyiratkan wangi surga.
Uluran bulir padi dan gandum memberi harapan.
Mayang korma menjuarai tangkai-tangkai kebahagiaan.
Anggur zaitun delima serupa dan tak serupa.
Ranum dan matang dalam balutan bahagia.
Ada pelajaran dan tanda-tanda Sang Mahakuasa.
Sukabumi, 05 Februari 2023
Februari Ceria H6
Tantangan 6
Akulturasi Takut
E. Hasanah
Kau hadirkan takut dalam bingkai rasa.
Meski hati sekeras bongkahan batu bahkan sangat keras.
Namun pada celah-celah batu ada aliran sungai.
Memancar ataupun meluncur ke area bawah.
Itulah takutnya air yang menunduk di belahan batu.
Perpaduan keras hati dengan takutnya air hingga mengalir ke tempat rendah.
Itulah al-khasyyah, merunduk pada rasa takut lillah.
Lain kali Kau beri rasa takut pada mati.
Takut menghadapi sesama melebihi takut kepadamu.
Menunda perang karena takut kehilangan dunia.
Padahal andaikan tahu, akhirat lebih nikmat bagi orang-orang yang memiliki rasa takut.
Lain waktu timbul rasa takut pada masa.
Masa depan yang hanya terbayang rasa lapar.
Takut miskin takut punya anak tak bisa makan.
Takut tak mendapat rezeki padahal rezeki itu pasti kadar ukurannya. Takut kikir dengan harta yang bukan punyanya.
Hingga membunuh anak tak berdosa.
Tak sadar dirinyalah yang membuat dosa besar.
Akulturasi rasa takut bagi orang penakut.
Adalah rasa takut yang berbuah sikap hati-hati.
Laksana takutnya sebuah gunung tinggi yang akan terpecah belah andai kitab sucimu diberikan tanggung jawab kepadanya.
Mari sejenak berpikir atas ayat-ayatnya.
Sukabumi, 06 Februari 2023
Jumat, 03 Februari 2023
Februari Ceria H4
Tantangan Hari ke-4
Puisi patidusa
RASA
E. Hasanah
Limbung
Hati bingung
Tiada tempat bernaung
Kemana pergi mencari pelindung.
Sementara hari merayap bersiaga
Menyambut semburat jingga
Menemani dahaga
Pujangga.
Dendam
Masih bersemayam
Harapan seakan tenggelam
Bahkan menghilang ditelan kelam.
Haruskah asa digantung kawan
Sedangkan sederet awan
Tersenyum menawan
Melawan.
Terdiam
Hati terdalam
Ajak berpikir sepaham
Bahwa ada penguasa alam.
Sejenak jiwa menunduk pilu
Hati menyimpan benalu
Kalbu terpukul palu
Malu.
Sukabumi, 04 Februari 2023
Februari Ceria H3
Tantangan 3
MENGAJARKAN
E. Hasanah
Dia mengajarkan kepada manusia asma.
Nama-nama benda segala yang dicipta.
Di bawah arasy sebagai atap alam semesta.
Galaksi langit bumi matahari bulan bianglala.
Burung hantu semut sampai virus dan amuba.
Tumbuhan hewan yang nampak dan kasat mata.
Tak terbilang semua nama benda yang nyata.
Dengan kegunaan dan kandungan rahasianya.
Malaikat pun tak sanggup sebutkan semuanya.
Dia ajarkan dengan sepenuh kekuasaannya.
Dengan takdir, manusia keluar dari perut ibunya.
Telanjang raga, lemah tak berdaya, dan tak tahu apapun.
Namun Dia sang mahakuasa memberinya pendengaran, telinganya sebagai penangkap suara semenjak berupa janin.
Memberinya mata laksana radar bisa melihat benda di sekeliling.
Dia mengajarkan kepada manusia segala sesuatu.
Tidak ada yang sia-sia, semua memiliki daya guna.
Berpegang pada hikmah dan teguh dalam naungan ilmu. Dengan asmanya, kemampuan manusia menjadi luar biasa.
Dia memberikan nama sebagai karunia terbesar.
Selayaknya manusia memuji syukur.
Layakkah manusia ingkar?
Sukabumi, 03 Februari 2023.
QS. Al-Baqarah (2); 31
Rabu, 01 Februari 2023
Februari Ceria H2
Tantangan hari ke-2
PENA
E. Hasanah
Pena kata sederhana padat makna.
Makna simbol media perantaraan.
Perantaraan pena manusia bisa menulis.
Menulis apapun menyampaikan pesan
Pesan akan abadi andai itu kebenaran
Kebenaran tersimpan dalam suatu ilmu.
Ilmu dengan kepemurahan tuhan diberikan.
Diberikan kemampuan menggunakan dan memanfaatkan.
Memanfaatkan temuan ilmu yang diteruskan.
Diteruskan dari generasi ke generasi berikutnya.
Berikutnya hingga generasi akhir zaman.
Zaman dimana pena menjadi hal penting.
Penting tuk menyimpan 'ulumudin dan 'ulumuddunya.
'Ulumuddunya berkonotasi nilai sains keduniaan.
Keduniaan mengabadikan proses intelektual ilmuwan.
Ilmuwan agama -alim ulama- dan ilmuwan umum.
Umum hingga manusia mampu menunaikan tugasnya.
Tugasnya menunaikan nilai kemanusiaan sepanjang hayat.
Sepanjang hayat bergumul dengan pena.
Pena simbol transformasi beragam ilmu.
Ilmu berisi nilai, pengetahuan, dan keterampilan.
Keterampilan mewujudkan manusia paripurna.
Paripurna dengan pondasi spirit literasi.
Literasi pembentuk pribadi cakap wawasan.
Wawasan pemantik manusia kritis baca tulis.
Tulis dengan beragam bentuk pena masa kini.
Sukabumi, 02 Februari 2023.
QS. Al-Alaq (); 4-5
Selasa, 31 Januari 2023
Februari Ceria ke-1
Tantangan ke-1 menulis *Februari Ceria 2023* tema pendidikan.
Membaca
E. Hasanah
Kitabnya menyiratkan juga ayat-ayat kauniyah. Kauniyah berupa alam semesta beserta isinya.
Tuhan sang maha pencipta dengan keesaannya.
Keesaannya yang meliputi segala ilmu.
Ilmu tentang sesuatu yang bermanfaat bagi manusia.
Darah bernama 'alaqah yang tersimpan di rahim.
Rahim tempat berkembang menjadi manusia sempurna.
Berasal dari tanah yang punggungnya diinjak.
Diinjak sebagai hamparan atas karunia-Nya.
Mahamulia dengan segala firmannya.
Firmannya yang harus dibaca berkali-kali.
Berkali-kali hingga berbuah ilmu dan iman.
Iman kepada tuhan yang maha pemurah.
QS. Al-'Alaq (96), 1-3.
Senin, 30 Januari 2023
Puisi
Tentang ujung waktu
E. Hasanah
Kepadamu dikembalikan tentang ujung waktu, yang akan rusak dan lenyap.
Tak luput dari genggamanmu,
meski keluar dari yang terbungkus.
Bak flora membungkus bunga yang kemudian mekar dari kelopak lalu berbuah.
Atau laksana perempuan yang mengandung, membungkus embrio lalu mengeluarkannya.
Ada ukuran dan waktu di sisimu.
Tak seorangpun tahu pasti,
kapan dan bagaimana sesuatu terjadi,
kecuali hanya sebatas dugaan semata.
Hanya engkau,
tuhan semesta alam,
sang pemilik segala,
maha tahu pada yang tampak dan tersembunyi, yang kecil dan yang besar,
yang ada dan tiada.
Segala dan seluruhnya,
ada dalam pengetahuanmu.
Sebelum terlambat
Sebelum ujung waktu lenyap
Sebelum dihisab harta yang didapat
Sebelum tahu berhala tak bermanfaat
Beri jalan kesucian hati agar sadarkan diri
Tak jemu meminta Rahmat dan kurniamu
Bukan kenikmatan pembawa sumber bencana
Atau hawa napsu tamak penyebab malapetaka
Namun kebaikan untuk menggapai keridhoanmu.
Sukabumi, 30 Januari 2023
QS Fussilat, 41; 47-48.
Rabu, 25 Januari 2023
Puisi religi
Kau Bersumpah
E. Hasanah
Kau bersumpah dengan matahari
Bersinar sepanjang hari
Beredar berbagi
Energi.
Terbit
Melintasi orbit
Tergantung hiasi langit
Memberi ultrviolet sehatkan kulit.
Kau bersumpah dengan bulan
Saat gelap menggantikan
Matahari berjalan
Peraduan.
Malam
Matahari terbenam
Cakrawala hitam kelam
Semburat sinar siang tenggelam.
Kau bersumpah dengan siang
Saat menampakkan cahaya
Ada pergantian
Perputaran.
Kau bersumpah dengan malam
Saat cahaya tenggelam
Tertutup kelam
Hitam.
Kau bersumpah dengan langit.
Bumi beserta isinya
Tanpa tiang
Terlindungi.
Kau bersumpah dengan bumi
Tempat luas menghampar
Makhluk manusia
Hidup.
Kau bersumpah dengan manusia
Diciptakan fisik psikis
Berperan prilaku
Sempurna.
Beruntung
Menyucikan jiwa
Mengerjakan perbuatan baik
Berbahagia dunia serta akhirat.
Sukabumi, 25012023
QS. Asy-Syam, 1-9.
Sabtu, 21 Januari 2023
Puisi Sore
RINDU IBU
E. Hasanah
Air mata mulai menganaksungai dalam dekapan rindu untukmu, ibu. Kain kebaya anggun membungkus tubuhmu yang semampai itu mengajakku mengenang masa lalu. Kau tiup ubun-ubun kepala sambil berbisik lantunkan doa. Membekali jiwa muda yang masih rapuh ditiup kencangnya angin kehidupan.
Dari belasan pertempuran mempertaruhkan jiwa. Hanya kau, anak perempuan darah dagingku. Mengalir darah perjuangan tak Terperi. Jadilah anak Sholehah, yang berisi bagai butiran padi, katamu lirih mengiringi tiupan doamu.
Tertancap lirik doamu di lipatan sukmaku. Menguat bersama tekad di perjalanan waktu. Menjadi amunisi sebelum ujung kata menyerah. Tak akan habis sepanjang ajal belum menjelang. Menjadi bekal sepanjang menapaki jalanan. Yakin jalan yang kau tunjukkan lurus tak ada hambatan.
Sekarang kau dalam pelukan sang maha kuasa. Telah usai segala daya dalam mengabdikan jiwa raga pada kodrat dan takdir di alam fana. Jejak yang kau tinggalkan di benakku semakin jelas bak spektrum indah di putihnya kapas. Terima kasih atas torehan tinta penuh warna dalam kanvas kehidupanku. Untukmu segala doa terindah tercurah. Ibu, Aku merindukanmu.
Sukabumi, 21012023
Rabu, 11 Januari 2023
Puisi Bebas
Aku Tak Selalu Mau Bertemu
Memberi sodakoh,
Kebaikan apapun itu,
Niscaya itu semua untuk diriku.
Astagfirullohalaadzim ....
Aku memohon ampunan mu.
Aku memohon kasih sayang mu.
#Al-muzzammil, 20.
#ujung malam, Rabu, 11012023.
#E. Hasanah
#HsH5
Selasa, 19 Oktober 2021
Puisi_Harapan daun berserak
Harapan daun berserak
E. Hasanah
Taken from PinterestTanah coklat itu basah
Daun-daun berserakan ulah
angin
Berguguran jatuh
beterbangan
Sisa hujan laksana
lambaian tangan
Mengajak bergerak
mengukir jejak
Katamu ayo singsingkan
lengan
Tanam harapan di
gemburnya tanah
Masa depan masih luas
terbentang.
Ada senyum penghambaan
Penuh kebahagian dalam
pelukan ilahi
Meski air mata menetes
sesaat
Namun kepasrahan dalam
tunduk syukur
Tercurah alirkan energi
kekuatan diri
Berbuat itu hanya usaha
dan kunci
Hasil adalah buah dari
ketentuanNya.
Dari sisa waktu yang
diberikannya
Berharap bisa menanamkan
kebaikan
Melukiskan cerita penuh
daya semangat
Hingga dorongan itu
sampai pada cucu cicit
Bertumbuh subur dalam
aliran darah merah
Berani hadapi setiap
ujian menghadang
Bercabang dalam kesabaran
tegar berusaha
Berbunga ketulusan hati
ikhlas menerima.
Padamu yang menerbangkan
ranting-ranting dahan
Ajari aku untuk siap
menerima kelapangan hati
Menyadari bahwa musim
akan terus berganti
Daun usang berserakan
akan bertukar
Pucuk ranum harapan akan
muncul atas kehendaknya
Padamu yang menciptakan
basah pada hujan
Ajari raga untuk bisa
menyisakan warisan jiwa
Kobaran semangat biarlah
tetap subur
Untuk mematangkan harap
pada setiap jengkal tanah
Walau manis buah tak
sempat kunikmati diri
Biarkan tetesan keringat
membasahi hati insani
Penerus aliran darah terpompa
energi
Berbakti tanpa pamrih
menanamkan bhakti.
Pagi menanti mentari.
Sukabumi, 19 oktober 2021
Kamis, 26 Agustus 2021
Optimis_TeleleT
OPTIMIS
E. Hasanah
Selamat hari kamis
Tantangan pagi menulis
Aku sambut dengan optimis.
Meski tahu ada sedikit tekanan
Meski itu hanya permainan
Meski hati ikut berkenan
Meski jiwa berlawanan.
Jangan dijadikan hal berat
Jangan jadi beban menjerat
Jangan berpikir yang didapat
Jangan melakukan hal mudarat
Nikmatilah saja dengan semangat
Anggap saja ini sebuah urusan
Atau sekedar menyampaikan pesan
Dilakukan karena ada berbagai alasan
Bukan masalah juga, tapi hanyalah
hiasan
Tak usah juga meminta banyak penjelasan
Hadapi saja, biar kita tak didera rasa
bosan.
Hal sepele yang nanti kan menjadi luar
biasa
Semua yang kita lakukan agar menjadi bisa
Menuangkan keagungan kalam maha esa
Memahami isyarat yang maha kuasa
Agar kata serta kalimat berbisa.
Berharap kalimat berunjuk
Kata menjadi petunjuk
Orang akan terbujuk
Memiliki hati sejuk.
Agar jiwa cerah
Tapi tak menyerah
Kepadanya kita pasrah.
Sukabumi, 25 Agustus 2021
Selasa, 24 Agustus 2021
Sesaat Dicatat_TeleleT
SESAAT DICATAT
E. Hasanah
Pada satu ayat tersurat
Tertulis jelas kalimat
Bahwa Dia dekat.
Ada dua malaikat
Tugasnya mencatat
Semua yang diperbuat
Tidak ada yang terlewat.
Laksana urat leher melekat
Mengawasi tiap gerak dan niat
Namun tak sadar sering berhianat
Manusia lupa dan abai akan hakikat
Bahwa diri harus tunduk bermakrifat.
Manusia tak tahu dan pura-pura tak ingat
Ada dua malaikat bertugas sebagai
pengamat
Dia mengetahui bisik hati walau hanya
tersirat
Apalagi tindak tanduk dan sikap
prilaku terlihat
Tak kan ada kata yang diucapkan lepas
melesat
Kecuali ada dalam genggaman sang
pencatat.
Pembuluh darah berwarna merah pekat
Mengalir tunduk bak memberi isyarat
Bahwa manusia harus takwa dan taat
Dan menjauhi perbuatan yang jahat
Jangan lakukan tindakan maksiat.
Sebelum datangnya hari kiamat
Mari cepat bersama bertaubat
Sebelum hasil hisaban didapat
Alangkah baiknya merapat.
Mumpung masih sempat
Bergegas jemput rahmat
Dengan hati berhidmat.
Sukabumi, 24 Agustus 2021
Senin, 23 Agustus 2021
Sesaat Melihat_TeleleT
SESAAT MELIHAT
Oleh: E. Hasanah
Pada ujung jembatan usia
Masih tersisa cinta dunia
Melekat sipat manusia.
Ada berbagai dusta
Ada gumpalan nista
Ada asa menggurita
Ada juga bibit derita.
Jiwa penuh karat
Hati diliputi maksiat
Sukma sering berhianat
Laku jauh dari kata taubat
Dosa dan salah masih dibuat.
Masih dibiarkan jiwa itu gersang
Masih terlena pada napsu meradang
Masih terpaku pada hilaf menghadang
Masih terpana dengan waktu terbuang
Masih terlupa kesempatan melayang
Masih tidak sadar keimanan hilang.
Padahal jalan diberikan sang kuasa
Padahal kembali ke peluknya bisa
Padahal pintu taubatnya tersisa
Padahal magfirohnya selaksa
Padahal ada masa dan asa.
Subhanallah
Walhamdulillah
Walaailaha illallah
Allahu akbar ya Allah.
Janjinya tak kan diingkari
Mari kita semua menyadari
Kembali bersiap berkemas diri.
Sukabumi, 23 Agustus 2021
Rabu, 11 Agustus 2021
Covid_19
COVID-19
Oleh: E. Hasanah
Kuintip lewat jendela
Kala corona kuasai cakrawala
Serangan mahluk kasat mata merajalela.
Menyebar berita duka
Layar kaca terkemuka
Beri kabar malapetaka
Dunia meratap terluka.
Covid-19 menyapa kita
Sentuhannya torehkan derita
Nampak kekhawatiran tercipta
Siapapun kita ikut berperan serta
Menjaga
turunnya duka dan air mata.
Dunia kesehatan dan pendidikan terdampak
Sosial, ekonomi, budaya masyarakat bergejolak
Semua sendi-sendi kehidupan bak berteriak menyalak
Serangan dahsyat virus corona dengan bengis merebak
Mahluk jahat bedebah membuat mata terbelalak
Kekuatan pertahanan manusia ganas dirusak.
Tak ada guna dihadapi dengan berdebat
Apalagi menjadi pahlawan berhianat
Fokus kepentingan demi rakyat
Agar masyarakat semua sehat
Terhindar dari corona jahat.
Mari semua mendekat
Tunjukkan kita bermartabat
Karena pada hakekatnya ini isyarat
Agar manusia kembali mensyukuri rahmat.
Sujud khusu tersungkur
Mengiringi kalbu bertafakur
Mohon ampunkan kami Ya Gofur.
Sukabumi, 10 Agustus 2021
Sabtu, 07 Agustus 2021
TeleleT_Luka
LUKA PASTI BERGANTI
Oleh: E. Hassnah
Jari jemari mulai menari
Ungkap gejolak jati diri
Melukis lara sanubari
Kau pergi tanpa pamit
Setelah luka tak sedikit
Kau torehkan rasa sakit
perih rasa setinggi bukit.
Tak sadarkah kau buat luka
Atau sengaja menggali duka
Bagai disayat lalu diberi cuka
Kau tanam benci disaat kusuka
Memerah laksana ditampar muka.
Buram jalanan yang akan kutempuh
Tidak ada sinar cahaya yang kubutuh
Haruskah kubiarkan asa diri ini runtuh
Menyerah dalam semilirnya angin keluh
Namun pada siapa aku sandarkan tubuh
Juga dengan apa sepi sunyi ini aku bunuh.
Duka tak selamanya hadir temani insan
Silih berganti warnai kertas kehidupan
Ada kalanya berlama betah bertahan
Tak sedikit juga seperti lintasi jalan
Namun itu pasti berganti jaman.
Hai diri bangunlah dan berdiri
Masih ada yang bisa kau cari
Kedamaian hakiki bestari
Memiliki nilai lestari.
Tundukanlah jiwa
Dengan penuh takwa
Hati dan sukma dibawa.
Sukabumi, 7 Agustus 2021
Kamis, 29 Juli 2021
TeleleT_Kamis Menulis
Senin, 26 Juli 2021
TeleleT_Semangat
SEMANGAT
Oleh: E. Hasanah
Terlihat manusia begitu lara
Termasuk kita merasa sengsara
Corona memang membawa huru-hara.
Semangat yang membara
Cepat menghilang segera
laksana tingginya menara
Runtuh diterpa badai lara.
Manusia hanya bisa pasrah
Tak bisa berbuat selain menyerah
Pandemi sedang menorehkan sejarah
Merusak dunia kita sangat parah
Hidup berubah tanpa arah.
Seluruh dunia seakan kiamat
Jutaan orang korban yang wafat
Termasuk keluarga, saudara, sahabat
Tinggalkan kenangan duka menyayat
Apakah semua merupakan isyarat
Agar manusia teringat akhirat.
Turun tangan setiap pakar
Para ahli pendidik ikut berkoar
Politisi ikut merasakan tertampar
Pecahkan masalah dengan benar
Mencarikan solusi di sekitar.
Tak ada guna berdebat
Marilah saling merapat
Semangat berjabat erat
Saling memberi nasehat.
Mari kita bertaubat
Agar hidup tetap bermanfaat
Sang pencipta berkenan memberi rahmat.
Selasa, 20 Juli 2021
Puisi Telelet
Permenpanrb no. 21 tahun 2024
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 21 Tahun 2024 tentang Jabatan Fungsional Guru. https://drive.google.com/file/d/1rd2qYU...
-
DAFTAR RIWAYAT HIDUP E. Hasanah, dilahirkan di Sukabumi pada tanggal 10 Agustus 1967 dari pasangan Bapak Adjar Djarkasih dan Umi Siti Ai...
-
Resume ke-19 KOMITMEN MENULIS DI BLOG ehasanah675@gmail.com Bismillahirrohmanirrohiim Senin, 31 Mei 2021 pada pukul 19.00 WIB ma...
-
STAI Kharisma Cicurug Sukabumi Ujian Tengah Semester PAI semester 1 Tahun Akademik 2022-2023 Assalamualaikum Wr Wb Berdasarkan jadwal yang ...
-
BERBUKA BUAH BERKUAH ehasanah675@gmail.com Menjawab tantangan #Kamis Menulis edisi tanggal 01 April 2021 dengan tema kata dari huruf B...
-
BERPIKIR DAN BERTINDAK Taken from Pinterest Waktu seakan cepat berlari . Berlalu lewati detik, menit, jam sampai berganti hari. Minggu berp...